Jumat, 29 Desember 2017

Kemandirian itu harus di paksakan atau kah dibiasakan?

Bicara soal kemandirian itu adalah berbicara tentang keberanian mental. Ya, keberanian tentang mendobrak diri keluar dari zona nyaman dan keegoisan. dan ini berlaku bukan hanya untuk anak-anak kita tapi juga menunjuk dengan tegas kepada kita para orang tua.

Ternyata betul sabda Nabi Muhammad SAW, "setiap anak terlahir dengan keadaan suci(fitrah), orang tuanya lah yang membuat nya menjadi yahudi, nasrani dan majusi". begitu pula dengan kemandirian, setiap anak sedari dulu telah memiliki fitrah atau feeling kemandirian itu tinggal bagaimana kita sebagai orang tua berani untuk menantang diri mengajarkan hal itu kepada anak-anak sesuai dengan tahapan usia nya.

Lalu bagaimana caranya anak kita atau bahkan kita mampu melewati fase kemandirian dengan baik dan menyenangkan? setelah melalui tantangan 10 hari di kelas bunda sayang IIP itu saya jadi makin belajar bahwa untuk melaksanakan sebuah kemandirian itu harus ada mental yang dipersiapkan dan ada kesabaran yang harus ditingkatkan. karna rasa senang itu muncul dari kesadaran dalam diri sendiri, dan kesadaran diri itu bisa muncul dari pemahaman yang baik. Memahamkan kepada anak bahwa hal yang kita ajarkan ini bermanfaat untuknya, dan kerugian jika iya tidak bisa mengerjakannya sendiri, dan ada sabar yang harus ditingkatkan, karna anak akan semakin berani dan percaya diri untuk mengerjakan sendiri, jika orang orang disekitarnya ikut turut serta mensuport nya, memberikan rasa aman dan nyaman untuk melakukan apapun sendiri. karna proses menuju kemandirian itu sangat panjang dan lama dan tugas terberat kita sebagai orangtua adalah konsisten menjaga kesabaran dan contoh terbaik kepada buah hati kita.

Jadi apakah dalam pelaksanaannya kemandirian itu harus dipaksakan atau dibiasakan? jawaban saya adalah segala sesuatu yang baik harus dipaksakan, tapi paksakan hal itu dengan pemahaman yang baik dan benar sehingga bisa menjadi kebiasan yang hakiki, bukan hanya jika kalau ada orangtua disisi. karna sungguh maut itu tidak akan pernah tau kapan akan menjemput mu, maka perbekalan terbaik  adalah menyiapkan generasi generasi tangguh setelahmu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar